Teritorial merupakan salah satu bentuk Identitas

Teritorial merupakan salah satu bentuk Identitas

Manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak lepas dari satu dengan yang lainnya, saling membutuhkan, berelasi dalam mewujudkan segala keinginannya. Keinginan manusia untuk memiliki bahkan menguasai segala sesuatu merupakan wujud tindakan yang mungkin saja tidak disadari didasari naluriah, kemudian segala tindakan dan keinginan tersebut mewujudkan apa yang disebut dengan perilaku. Banyak faktor telah mendorong dan menciptakan berbagai perilaku, sehingga manusia menjadi objek tunggal dalam memanivestasi segala yang ada di muka bumi. Maka tidak salah ketika manusia disebut khalifah alam semesta yang seyogyanya mampu menciptakan keseimbangan dalam segala sektor kehidupan baik yang sifatnya fisik maupun nonfisik.

Identitas merupakan bentuk legitimasi manusia terhadap dirinya yang memberikan pembeda dengan makhluk lainnya. Sebagai makhluk sempurna tentu tidak ingin mendapat gangguan dari makhluk lainnya, namun hal ini tidak membuat manusia menjadi lebih baik justru kesempurnaan itu malah menjadi bumerang diantara manusia sendiri, salah satunya manusia cenderung ingin menciptakan pembeda antara individu, kelompok dan lingkungannya. Semua perilaku dilakukannya tiada lain hanya untuk mempertahankan eksistensi terutama menyangkut identitas dan pengakuan. Munculnya sifat-sifat ini telah menguatkan fakta bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa berdiri dan hidup sendiri, namun di sisi lain manusia cenderung mementingkan kepentingan individu dan kelompoknya.

 

Ruang dan waktu merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan, dimana manusia menempati dan memanfaatkan ruang (space) dengan segala kebutuhannya. Apa yang dikatakan Hizaz mengenai ruang menurutnya banyak memiliki pengertian diantaranya berarti sesuatu yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi yang di dalamnya memungkinkan pergerakan suatu benda (Hizaz, 2011). Benda yang dimaksud tidak hanya yang sifatnya statis/mati namun dinamis/makhluk hidup (hewan dan tumbuhan). Kemampuan manusia dalam mengolah ruang dan memanfaatkan waktu sebagai bukti bahwa daya imajinasi mampu merubah ruang dan menyempurnakan apa yang ada dihadapannya tentu hal ini tidak hanya dengan mempelajari sifat-sifat ruang dan dromologi. Dalam artian bahwa manusia dengan segala kelebihannya berupaya untuk memeras alam jagat raya menjadi sesuatu yang dapat dikendalikan dalam satu ruang dan waktu yang sama. Lebih jauh lagi manusia mampu memperediksi bahkan menerawang apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi masa depan. Disinilah terjadi proses psikologis yang memperlihatkan suatu proses yang bersifat timbal balik sehingga ruang dapat mempengaruhi system dan kepribadian manusia. Apa yang dilakukan manusia dalam merespon ruang dan waktu merupakan sebuah proses yang melibatkan berbagai system yang ada dihadapannya kemudian membentuk kebiasaan tingkah laku dan segala aktifitas didalamnya, ini membenarkan apa yang di katakan Manuaba dalam sebuah artikel bahwa kehidupan manusia sehari-hari telah menyimpan kebiasaan yang sekaligus menjadi pengetahuan yang membentuk dan membimbing sikap dan perilaku. merupakan realitas yang dibangun dan dibentuk oleh individu yang kemudian ditafsirkan dan dimaknai sehingga menjadi buah dari pikiran dan tindakan masyarakat kemudian dipelihara sebagai ’yang nyata’ oleh pikiran dan tindakan itu. Dasar-dasar pengetahuan segala tindakan dan pikirannya dipelihara sebagai sosok yang secara tidak sadar membentuk watak dan kebiasaan masyarakat. Pendeknya diungkapkan pula oleh Koentjaraningrat dalam bukunya bahwa apapun yang dilakukan manusia tidak lebih dari sekedar merespon stimulus baik berbentuk tindakan maupun keadaan alam sekitar (ruang dan waktu).

Teritorial/Teritorialitas

Ruang,waktu dan manusia merupakan bahasan yang tidak akan pernah ada habisnya, keunikan manusia dalam merespon bahkan menciptakan ruang sebagai bukti kuasa manusia dalam imaji dan kreatifitasnya, sehingga perilaku ini secara tidak langsung membentuk teritori-teritori tertentu yang memberikan pembeda dengan masyarakat di sekelilingnya. Dengan kata lain terbentuknya ruang/wilayah kekuasaan merupakan wujud manusia untuk menciptakan dan mewadahi segala keinginannya.

Aktifitas manusia dalam berbagai bentuk baik individu maupun komunal memberikan gambaran bahwa manusia cenderung membangun dan menciptakan teritori atau ruang-ruang yang dapat menandai, membedakan, membuat skat/pemisah yang bisa saja tanpa disadari/tidak tampak dan nyata.

Teritorialitas adalah merupakan perwujudan privasi seseorang pada suatu tempat nyata dan relative tidak berpindah yang berkaitan dengan ruang fisik, tanda, kepemilikan, pertahanan, personalisasi dan identitas. Istilah teritori dan teritorialitas merujuk pada setting perilaku, dimana seseorang ingin mendeklarasikan dan menjadi diri sendiri atau menyatakan diri, memiliki dan melakukan pertahanan. Teritori berarti atau daerah dan teritorialitas adalah keadaan wilayah yang dianggap sudah menjadi hak seseorang. Kamar tidur seseorang misalnya, meskipun yang bersangkutan tidak sedang tidur disana dan jika ada orang yang memasuki kamar tanpa izinnya, ia akan tersinggung rasa teritorialitasnya dan ia akan marah. Teritorialitas pada manusia mempunyai fungsi yang lebih tinggi daripada sekedar fungsi mempertahankan hidup, dan tidak hanya sebagai perwujudan privasi saja, tetapi juga mempunyai fungsi social dan fungsi komunikasi.

Berangkat dari pengertian teritorial/ teritorialitas bahwa wujud hubungan antara ruang dan perilaku yang ditunjukan oleh manusia sebagai salah satu bentuk manusia dalam pencarian dan pembentukan identitas diri / pembeda dirinya dengan lingkungan disekitarnya. Dalam hal ini identitas merupakan korelasi dari ruang, individu, kelompok dan lingkungan , lebih jelas lagi dapat terlihat sangat kontras pada kosep public dan privat.

 

Territorial tidak hanya berhubungan dengan ruang namun memiliki pengertian yang sangat luas bisa kita lihat apa yang dilakukan pada gambar dibawah merupakan bagian dari teritorialitas artinya teritorialitas tidak hanya di bangun oleh tempat, ruang dan waktu namun atribut atau symbol pun baik disadari secara langsung maupun tidak bisa membentuk wilayah atau teritori tertentu.

 

 

 

dengan melihat atribut kita tentu bisa membuat pandangan/simpulan bahwa dari gambar ini telah memperlihatkan teritori berbeda. Walapun mereka hadir dalam waktu dan ruang yang sama tetap keduanya punya ruang dan wilayah sendiri-sendiri. Berbeda dengan ketika atribut mereka dilepas mereka tidak lagi menempati teritori berbeda yang diciptakan dengan atribut

 

 

 

Referensi:

Hidzaz Taufan (2011) Interaksi Psiko-Sosial di Ruang Interior, Bandung: ITENAS

Koentcaraningrat ( 2002) Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: PT Rineka Cipta Manuaba   Putera  (2010) Memahami Teori Konstruksi Sosial, Jurnal Masyarakat       Kebudayaan dan Politik Volume 21, Nomor 3:221-230

Walker, A.J (2010) Desain, Sejarah, Budaya. Sebuah Pengantar Komprehensif.,             Yogyakarta:Jalasutra

 

 

. Punk tampaknya memparodi alienasi dan kekosongan dengan sebab yang banyak menarik perhatian para sosiolog, yang direalisasikan melalui fashion disengaja dan dikehendaki adalah prediksi penting kritik social paling pedas, dan yang dirayakan dalah peristilahan ejekan-heroik adalah kematian komunitas dan runtuhnya bentuk tradisinal makna.

Punk tidak hanya merespons pengangguran yang meningkat, standar moral yang berubah, penemuan kembali kemiskinan, depresi dan sebagainya, punk mendramatisasi sesuatu yang kemudian disebut ‘kemunduran Inggris’ …Punk mengaprosiasi retorika krisis … dan menerjemahkannya ke dalam bentuk yang teraba (dan terlihat)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s