Globalisasi dan Dampak Desain Serta Relasinya Terhadap Industri Kreatif

 

1

 

Globalisasi dan Dampak Desain Serta Relasinya Terhadap Industri Kreatif

Arief Johari Magister Desain ITB 27111006

 

Abstract

Indonesia is a big country wich rich of natural resources, but the development of science and technology is left behind from the other countries, not be surprised when this issue raises worried for various fields of science. The social, economic political instability has exacerbated public sensitivity to all aspects of life, such as lack of government attention to the discovery and intellectual property rights not a sign of develop science and national cultural. The new ideas are considered as a trash. Whether this mentality that produced as aristocracy since hundreds of years ago, so now we life in the civilization that haven’t caracter and personality. Why we are more amenable to the invention by the other nations rather than our idea? Instead of issues in the design such global economic crisis has given the self-awareness to be able to creative passion to create, and innovate in generating ideas and new work, especially the development of product design to evoke the creative industries are expected to breaking the problem perception/ mind set of products, and other peoples idea. Ergonomic problems have been demanded product colaborate between sciences and design so that it becomes a serious concern in the development of all forms of product design. Will this be realized to develop the economy and character of a civilized nation that can compete at the international level.

Keywords: Globalization, Creative Industry, Ergonomics, Product Design

                                          

 

 

 

2

 

Pendahuluan

Peradaban manusia/ humancivilization tidak lepas dari berbagai persoalan, mulai kebutuhan pokok/ basic needs sampai yang sifatnya rohaniah. Dalam kaitannya dengan kebudayaan, science memberikan makna dan mampu menggerakan dinamika serta mentalitas manusia. Semuanya berjalan atas dasar kemampuan berfikir manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, dari keragaman sumber daya alam inilah sehingga melahirkan barbagai suku bangsa dan budaya. Tentu kekayaan ini merupakan modal besar dalam memenuhi khasanah peradaban manusia, sebagai bangsa yang besar seyogyanya kita mampu menguasai segala aspek dan unsur pengetahuan namun inilah yang tidak terjadi semenjak jaman Majapahit hingga sekarang, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi jauh tertinggal oleh negara lain yang tidak sebesar bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, dalam menerima segala perubahan, penemuan ide dan gagasan baru, terkadang kita sulit mengapresiasi dan bahkan mempertanyakannya pula.

Perkembangan sains dan teknologi secara global telah jauh meninggalkan masyarakat kita, akibatnya berbagai penemuan dalam sains dan teknologi yang menyerbu masyarakat kita belum sepenuhnya diapresiasi oleh masyarakat dengan baik. (Zainuddin, 2010, p140)  

Carut-marutnya perkembangan sosial, politik ekonomi seperti telah memperuncing sensitifitas masyarakat terhadap penemuan ide dan gagasan baru. Yang terjadi malah memunculkan sifat apriori terhadap berbagai kemampuan anak bangsa. Namun sebaliknya mengapa kita jauh bisa lebih menerima penemuan atau ide yang dilotarkan oleh bangsa lain, mungkinkah ini disebabkan oleh karena bangsa kita terlalu lama dijajah? sehingga memunculkan mind set bahwa mereka jauh lebih maju dan berkembang dibanding bangsa yang dijajahnya. Premis ini berimplikasi pula pada dunia seni dan desain di Indonesia. Gaya desain yang cenderung mengacu pada gaya moderen misalnya lebih menonjolkan karakter material, menghilangkan ornamen, hilangnya bentuk-bentuk dekoratif, penyederhanaan bentuk sehingga telah mengubah perkembangan wacana desain yang tidak hanya pada bentuk namun pada konsep.

 

3

 

3

 

Munculnya babak baru telah menimbulkan kegelisahan terutama lahirnya globalisasi dan world free trade, sehingga menjadi sebuah bordeles1. Moderenisme berfikir bahwa  budaya tradisi dianggap seni yang adiluhung dan tidak akan mampu bersaing dengan seni modern, ini berdampak pada perubahan mind setdalam memahami seni tradisi yang akhirnya seni tradisi tidak lagi menjadi kebanggaan bangsa. Melihat hal ini post-modernisme berusaha untuk membangun kembali tradisi sebagai modal, amunisi, spirit dalam mewujudkan kembali seni yang mampu bersaing dalam arus globalisasi.

Krisis global/ Globalcrisis berkepanjangan, tanpa disadari  telah membangunkan semangat anak bangsa dalam mengelola sumber daya alam khususnya di Indonesia. Semangat untuk mencipta, berkreasi dan berinovasi mampu memunculkan ide-ide serta karya baru khususnya produk desain/ craft. Hal ini pula telah memicu tumbuhnya industri kreatif di Nusantara, berbagai riset dunia akademisi turut pula memberikan warna dalam pemberdayaan budaya lokal. Namun keberhasilan ini belum mampu mendongkrak Indonesia dari keterpurukan ekonomi secara makro, salah satu faktor penyebabnya adalah “management problem”. Berfikir sempit dalam pengelolaan pemasaran produk telah membangun persepsi bahwa produk desain yang diciptakan hanya untuk konsumsi dalam negeri, inilah yang mengakibatkan produk kita kalah tampil di dunia internasional. Hal ini pula yang menjadikan kategorisasi negara Indonesia dimata dunia sebagai negara konsumtif paling potensial.

 

 

 
 

1 Nampak adanya kegelisahan atau dilema, disatu pihak globalisasi diletakan pada posisi antagonis, sedangkan budaya tradisi sebagai prontagonis. Sebagai antagonis, keterbukaan atau bordeless (Drucker akan berdapak luas terhadap masalah nilai dan merupakan tantangan bagi si protagonis yang tiada lain adalah budaya tradisi yang dipercayai telah mencapai tingkatan adiluhung

 

 

 

 

4

 

 Desain dan Relasinya Terhadap Industri Kreatif

Pemahaman desain kian berkembang berelasi, saling terkait dengan bidang lain terutama sains dan teknologi,  tidak hanya itu  relasi antar manusia dengan manusia bahkan manusia dengan produk desain merupakan bagian yang tak luput dari kajian desain, baik yang sifatnya buatan maupun lingkungan yang sesungguhnya, berbagai relasi menjadi sebuah konsep bahwa desain modern berkembang tentu didasarkan pada perkembangan teknologi dan segala bentuk perilaku manusia modern. Desain tidak hanya bentuk dan konsep persepsi tentang keindahan namun merupakan produksi meaning andvalue yang mampu melahirkan makna serta isme baru dalam human civilization. Desain produk, desain komunikasi visual, desain interior merupakan wujud bahwa desain adalah sebuah narasi yang didalamnya banyak terdapat disiplin sehingga mampu memberikan dampak terhadap sebuah peradaban. Industri kreatif merupakan sebuah fenomena yang tengah hangat dan tidak pernah berhenti diperbincangkan,  karena kemajuan sains dan teknologi pula industri kreatif berkembang tidak hanya menyangkut craft/ kerajianan, musik, desain (desain produk, desain komunikasi visual, desain interior ) art, periklanan, broadcast namun telah menjelajah ke bidang lain seperti engenering termasuk didalamnya pengembangan sarana transportasi dan inovasi sumber energi alternatif. Dalam bidang cyber media pun mengalami perkembangan yang sama, diperlihatkan dengan banyaknya bermunculan perusahaan cyber media yang tidak hanya menawarkan solusi namun barang dan jasa sehingga merupakan salah satu faktor tumbuhnya industri kreatif.

Perkembangan industri kreatif telah banyak menarik perhatian berbagai disiplin ilmu, misalnya dalam bidang desain masalah ergonomi menjadi perhatian yang sangat serius. Desain tidak lagi terpaku pada bentuk yang baru dan unik namun kenyamanan dan keamanan merupakan tujuan utama dari sebuah produk desain, sehingga value dan self-satisfactiondapat ditemukan dalam sebuah produk.  Maka tak heran ketika ilmu komunikasi menjadi penting dalam merancang atau menciptakan sebuah produk desain, dan banyak ilmu sosial lainnya lainnya seperti psikologi, antropologi dan sebagainya. Berkaitan dengan ergonomi desain telah banyak riset yang mengkaji komunikasi manusia dengan produk desain. Seperti yang dilakukan University of Birmingham Inggris meneliti bagaimana packaging sebuah kemasan mudah dan nyaman digunakan manula, penelitian ini dilakukan karena banyak manula yang merasa kesulitan ketika berkomunikasi dengan benda/ produk desain yang tidak ada di zamannya. Menurutnya mempelajari kemampuan untuk membuka sebuah kemasan adalah penting karena ia akan memberikan kontribusi langsung terhadap kemampuan pengguna untuk  mengakses isinya. Tidak hanya bentuk tiga dimensi namun tampilan visual pun termasuk tulisan  memiliki hal serupa yaitu harus aman, nyaman terutama dampaknya terhadap indra penglihatan yang memiliki peranan utama. Dalam jurnal lain Lin (2010) menyebutkan bahwa isyarat pesan akan mempengaruhi memori pengguna merek akan terpengaruhi oleh visual/ nama-nama merek. Ini tentu sangat berkaitan dengan pengelolaan pemasaran produk, banyaknya jurnal internasional yang mengkaji masalah desain tentu merupakan salah satu jawaban terhadap kemajuan perekonomian suatu bangsa.

 

5

 

Indonesia merupakan gudang industri kreatif namun secara umum belum mampu bersaing dalam tataran ekonomi global, merupakan sebuah persoalan besar ketika suatu bangsa mampu memproduksi berbagai produk namun tidak mampu mengelola pemasaran produknya ini akan berakibat pada kehancuran produktifitas perusahaan karena industri kreatif tidak cukup hanya dengan tenaga ahli yang memadai. Anas mengatakan bahwa memang Industri kreatif merupakan industri yang berbasis pada kreativitas individu, keterampilan dan talenta yang memiliki potensi peningkatan kesejahteraan serta pencipta tenaga kerja dengan cara menciptakan dan mengeksploitasi sumberdaya  kreatif dengan HaKI menjadi prasyaratnya. Melihat pengertian industri kreatif maka peran pemerintah dan birokrat merupakan faktor pendukung yang sangat penting dalam mempengaruhi keberhasilan dan berkembangnya industri kreatif Nasional. 

 

6

 

 

Desain dan mind set

Konsumtifisme merupakan bagian dari budaya yang dibangun oleh produk desain, bagaimana masyarakat melihat brand sebuah produk, mereka sangat mempercayai bahkan tidak jarang diantara mereka membeli sebuah produk hanya karna brand yang menempel pada produk tersebut,  ini memperlihatkan masih labilnya intelektualitas masyarakat dalam menerima laju perkembangan jaman. Dari tujuan semula desain yakni memecahkan segala persoalan hidup manusia seperti tidak relevan dengan kenyataan dimasyarakat. Bagi kalangan masyarakat tertentu justru desain menjadi persoalan hidup, misalnya demi mengejar status sosial seseorang rela menghabiskan hartanya untuk mendapatkan kendaraan merek tertentu dengan desain terbaru atau seorang anak bisa menghilangkan nyawa orang tuanya hanya karena tidak dibelikan speda motor dengan desain terbaru dengan merek terkenal. Fenomena ini merupakan sebuah gambaran bahwa produk desain telah memberikan pengaruh yang sangat luar biasa terhadap pola pikir, pendirian, kepribadian seseorang. Lebih dahsyatnya produk desain seolah lebih berharga dibanding pribadinya. Tidak salah ketika isyu dalam desain bahwa kedepannya tidak akan ada produk yang tahan lama karena manusia tidak lagi mementingkan kualitas produk, melainkan value dan taste menjadi penentu.

 

Kesimpulan

Meleburnya desain, teknologi dan sains merupakan sebuah pemahaman bahwa terdapat sebuah damage space, menyamarkan budaya lokal yang semestinya dibangun, dipelihara diperbaiki bukan hanya dijadikan spion. Upaya modernisme dalam menglobalkan/ menduniakan segala pemahaman menjadikan manusia lupa akan jati dirinya sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya yang tanpa disadari modernisme telah mengkonstruksi pemahaman bahwa dunia barat merupakan kiblat segala ilmu pengetahuan. Seperti apa yang diungkapkan oleh Agus Sahari dalam bukunya bahwa manusia Indonesia tengah mengalami rekonstruksi menjadi kloning kebudayaan barat. Ini akan berakibat pada kemunduran tatanan kehidupan manusia terlebih kredibilitas masyarakat tidak mencerminkan kepribadian sebagai bangsa yang besar. Terbuktikan dengan banyaknya tenaga ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, namun hanya sedikit yang memahami  dan memiliki kepribadian, manajemen diri dan pengelolaan produk merupakan salah satu kunci kelemahan bangsa kedepan. Fenomena ini tentu merupakan pekerjaan besar, semua bidang ilmu pengetahuan harus berlomba guna mewujudkan sebuah bangsa yang memiliki sikap dan kepribadian. Ilmu desai tentu merupakan salah satu jalan yang mampu memberikan pengaruh keberhasilan industri dalam segala bidang dari mulai makanan, fashion, otomotif, hingga teknologi informasi dan komunikasi. yang pada akhirnya sampai pada terbentuknya spirit dan rasa percaya diri dalam menciptakan segala sesuatu yang bermanfaat bagi peradaban manusia. Sebagai bagian dari bangsa besar kita tidak boleh merasa inferior, jika lebih cermat maka akan terlihat masih banyak celah ruang yang bisa dieksplorasi dalam membangun bangsa hingga mampu bersaing di dunia global pada masa yang akan datang.

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

 

Referensi

Anas, Biranul (2012, April) Industri Kreatif Ekonomi Kreatif. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Chavalkul, Y.,  Saxon A. Jerrard  R.N (2011) Combining 2D and 3D Design for Novel Packaging for Older People. International Journal of Design. Vol.5 (1).

Dormer, P. (2008) Makna Desain Modern. Yogyakarta & Bandung: Jalasutra.

Haswanto, Naomi (2012, Mei) Tipologi Vernakular. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Karana E. & Hekkert P. (2010) User-Material-Product Interrelationships in Attributing Meanings. International Journal of Design. International Journal of Design Vol. 4(3).

Lin, P. & Yang, C. (2010) Impact of Product Pictures and Brand Names on Memory of Chinese Metaphorical Advertisements. International Journal of Design. Vol 4 (1).

Nababan, Edward B.M. (2012, April) Desain & Politik. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Nugraha, Hadi (2012, April) Desain, Sains & Teknologi. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Riyanto, Budi (2012, April) Urban Architectural. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Sachari, Agus (2001) Desain dan Dunia Kesenirupaan Indonesia dalam Wacana Transformasi Budaya. Bandung: Penerbit ITB

 

9

 

Sriwarno, Andar B. (2012, April) Dari Invensi Hingga Proteksi: Aplikasi sistem suspensi dalam tas punggung untuk mengurangi beban kerja otot. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Riyanto, Budi (2012, April) Urban Architectural. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Walker, A.J (2010) Desain, Sejarah, Budaya. Sebuah Pengantar Komprehensif., Yogyakarta:Jalasutra.

Zaenudin, B.I. (2010) Wacana desain. Bandung: ITB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s