Problem desain dan dampak produk desain terhadap kehidupan manusia

Problem desain dan dampak produk desain terhadap kehidupan manusia

arief johari (2012)

Abstract

Problems of design and product design has provided a clear picture that design has been present, fill out and assist the development of science and technology. Of the current issues and design paradigm, including its impact on social life, economic, politics and culture of design has made an own color in human civilization. Design is no longer underestimated, but has present and gave an extraordinary influence. Proved that the design has been able to boost of industry successful in all areas such as the food, fashion, automotive, information technology and communications that arrive at a point that design is the main value of a product, the product function is meaningless because in the end people will back to value and taste of the product.

Keywords: Design, Product design, science and technology, value and taste

Introduction

Desain dan Produk desain merupakan bagian dari peradaban manusia, keduanya lahir ibarat bayi kembar mungil, lucu dan menggemaskan, kemudian tumbuh dan berkembang sampai keduanya digandrungi  dan dipuja banyak orang, apapun yang dilakukannya  dianggap sebagai tolak ukur dan parameter gaya hidup masyarakat, sampai keduanya tua tetaplah menjadi pujaan semua orang, bahkan masyarakat tidak melihat lagi fisik melainkan value dan taste menjadi bobot dari keduanya.

 Dampak produk desain terhadap kehidupan manusia

Desain modern telah memberi dampak luar biasa pada kehidupan dan peradaban manusia, ini tentu tidak lepas dari perkembangan industri yang kian tak terbendung. Moderenisme desain dan teknologi seperti telah menjadi cahaya dalam kehidupan hingga merubah pola pikir dan gaya hidup manusia yang beranggapan mampu menguasai dan menggenggam dunia. Desain dan teknologi bagaikan kulit dan daging keduanya tidak mungkin lagi dapat dipisahkan, saling mengisi dan membangun. Perkembangan desain tentu memiliki peranan besar bagi kemajuan industri, dari mulai industri makanan, fashion, otomotif, hingga teknologi informasi dan komunikasi. Desain memiliki peranan penting dalam membangun peradaban manusia modern hal ini telah banyak melahirkan berbagai riset yang disebabkan dari dampak desain modern, dari mulai tingkat social masyarakat, budaya dan gaya hidup bahkan untuk mencapai tujuan politik. Begitu juga dalam kehidupan masyarakat modern, desain telah menjadi kebutuhan pokok terlihat dari banyak diantara masyarakat yang lebih memilih mengenyampingkan kebutuhan primernya ketimbang tidak memiliki  smartphone/ i-pad keluaran terbaru, sungguh memprihatinkan.

Desain dan perilaku manusia

Beragam kebiasaan manusia dalam kehidupan sehari-hari telah mengkonstruksi terbentuknya pola hidup manusia dan lingkungannya. Ini terjadi tentu karena berkali-kali manusia telah di bom bardir produk desain. Koentjaraningrat (2002) dalam bukunya mengungkapkan ide dan gagasan manusia hidup bersama dalam suatu masyarakat dan memberi jiwa kepada kelompok masyarakat itu sendiri. Gagasan dan pola pikir manusia tak lepas dari satu dan yang lainnya, melainkan merupakan sistem sosial mengenai tindakan manusia itu sendiri. Sistem sosial ini terdiri atas aktivitas manusia dan interaksinya, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain. Pergaulan manusia modern tentu tidak sebatas antar manusia, melainkan pula dengan produk yang digunakannya, misalnya telepon genggam tidak bisa lepas dari kehidupan manusia begitu pula halnya dengan aksesories lainnya. Kebiasaan inilah yang disebut koentjaraningrat akan membentuk pola-pola dan kebiasaan tertentu sehingga menjadi adat dan tata kelakuan. Produk desain dengan segala kelebihannya telah membuat manusia seperti tak berdaya, desain telah membangun dan memupuk hasrat dan keinginan manusia untuk dapat memiliki produk “baru” hingga lahirlah kaum konsumtifisme yaitu orang-orang yang lebih mementingkan keinginan dibanding kebutuhan, mereka tidak lagi melihat fungsi dan kebutuhan melainkan rasa ingin memiliki sesuatu yang tujuannya hanya ingin menampilkan gaya dan kemewahan. John A. Walker (2010). Menyebutnya gaya hidup hanyalah menawarkan rasa dan identitas yaitu untuk mengurangi kecemasan karena terlalu banyaknya pilihan suatu barang (produk desain).

 Berbagai pandangan desain dan produk desain

Desain modern telah melahirkan berbagai macam pandangan, hal ini tak lepas dari berbagai persoalan dan masalahnya. Apa yang diungkapkan oleh Taaki Bando (2012) bahwa desain merupakan sebuah proses dari perubahan dari tidak sempurna/ tidak lengkap menuju ke kesempurnaan/ lengkap/ rapih dan teratur. Proses desain merupakan upaya penyempurnaan dari bentuk yang telah ada sebelumnya. “Peminjaman bentuk” merupakan hal lumrah dalam desain modern. Terlihat dari bangunan modern di Jepang yang “meminjam” bentuk-bentuk arsitektur tradisional. Berbeda dengan di Indonesia hampir semua bentuk bangunan modern tidak sama sekali berangkat dari tradisi masa lalu. Produk desain dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, namun tidak serta merta melupakan tradisi masa lalu. Konsep form follows function merupakan bukti bahwa fungsi lebih menentukan bentuk produk dibanding wujud produk itu sendiri. Hal tersebut diungkapkan Firmansyah Saftari (2012) yang mengungkapkan pula bahwa produk desain haruslah sederhana, mudah, alami, dan aman untuk digunakan. Namun hal utama dari produk desain harus memiliki “nilai tambah (value)” seperti yang dipaparkan oleh Yannes Martinus Pasaribu (2012). Value yang dimaksud adalah bukan nilai materi dari sebuah produk desain, namun lebih kepada kebudayaan, tradisi, cita rasa dan kebutuhan batiniah.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan tanpa disadari telah memposisikan desain menjadi penentu dalam seluruh sektor kehidupan. Sebuah teknologi termutakhir tidak akan dilirik oleh masyarakat jika tidak didukung oleh desain yang menarik. Desain tidak lagi merupakan sebuah cassing yang kemudian menjadi sesuatu yang tidak penting.

Anggapan yang sangat keliru bila unsur estetika itu laksana baju atau kulit yang menempel pada produk guna atau dalam lain perkataan buat fungsinya dulu, kemudian pengindahannya. Dalam membedakan mana yang indah dan mana yang jelek desainer memperhitungkan kaidah-kaidah social budaya; apakah sebuah desain akan menjerumuskan pemakainya menjadi masyarakat yang berselera konsumeristis? Apakah desain akan memberikan pengaruh negative terhadap system nilai dan budaya suatu masyarakat? Desainer juga memperhitungkan kaidah-kaidah social ekonomis seperti: daya beli dan selera masyarakat. (Buchori, 2010: 25)

Lebih lanjut Buchori mengemukakan bahwa desain hendaknya memperhatikan psikologis, memberikan motivasi hidup kepada pengguna, dan memberikan rasa nyaman terhadap pengguna dan masyarakat di lingkungannya, kemudian dari segi material produk desain hendaknya memiliki karakteristik fisis dan memiliki karakter sifat bawaan termasuk didalamnya kaidak teknologi bahwa desain itu harus memberikan dampak positif yaitu membawa kearah hidup manusia menjadi lebih baik.

Dari seluruh paparan mengenai desain dan produk desain memperlihatkan bahwa betapa kompleksnya ranah ilmu desain, seperti tidak akan ada habisnya karena semua berpangkal pada peradaban manusia. Satu hal yang perlu dikritisi, dari semua pandangan tidak memaparkan solusi kehidupan umat manusia kedepan, desain hendaknya menjadi pemecah persoalan global khususnya dalam mengemas dan menggandeng perkembangan sains dan teknologi, bukan malah pasrah, nerima, arus globalisasi, bukan pula berarti melawan arus. Terlebih isyu kontemporer menggembar-gemborkan bahwa desain kedepan akan menjadi kunci utama dalam mewadahi sains dan teknologi, serta menjadi satu-satunya penentu utama dalam pengembangan produk apapun, semua produk akan bergantung pada desain. Produk masa depan hadir dan hanya untuk satu kali pakai. Kedepan tidak akan ada produk yang tahan lama karena manusia tidak lagi mementingkan kualitas produk, melainkan value dan taste menjadi penentu. Desain tidak hanya mengedepankan bentuk produk yang bagus dan memiliki high value dan motivasi hidup manusia, namun desain harus mampu menggiring dan mendongkrak manusia untuk dekat dengan Tuhannya.

=====================================================================

….menyimbolkan kontinuitas….baik dalam bentuk dan dalam berbagai material  serta proses yang digunakan untuk membentuk desain, suatu pemahaman bahwa  objek yang bersangkutan memiliki dampak terhadap dunia. …semua perubahan hendaknya cermat, dan tidak didasarkan pada angan-angan tetapi pada pengetahuan terutama pengetahuan riset dan sains…

(Peter Dormer, 2008:227-228)

==================================================================

Referensi

Bando, T. (2012, Februari). Japanese Esthetics. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Dormer, P. (2008) Makna Desain Modern, Yogyakarta & Bandung: Jalasutra.

Koentcaraningrat. ( 2002) Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Pasaribu, M.Y. (2012, Februari). cultural identity danparadigm shift in design.Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Saftari, F. (2012, Maret). Ergonomic Interface Design. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Walker, A.J (2010) Desain, Sejarah, Budaya. Sebuah Pengantar Komprehensif., Yogyakarta:Jalasutra.

Wardono, P. (2012, Maret). Social Dining Behavior. Di presentasikan                                                                    pada mata kuliah DS6202 – Teori Desain II Program Studi Magister Desain FSRD-ITB,Bandung.

Zaenudin, B.I. (2010) Wacana desain. Bandung: ITB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s